LARANTUKA - Ribuan personel gabungan telah disiagakan di Kota Larantuka, Nusa Tenggara Timur, untuk menjamin kelancaran dan keamanan perayaan Prosesi Semana Santa 2026. Langkah antisipasi ini diambil oleh Polres Flores Timur, Polda NTT, mengingat tradisi sakral yang telah berusia lebih dari 500 tahun ini selalu menarik ribuan peziarah dari berbagai penjuru.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, menjelaskan bahwa kekuatan pengamanan ini tidak hanya melibatkan personel kepolisian, tetapi juga diperkuat oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta elemen terkait lainnya di wilayah Flores Timur. “Seluruh skema pengamanan telah dipersiapkan secara terpadu guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, ” ungkapnya saat dihubungi dari Kupang pada Rabu (01/04/2026) .
Kehadiran ratusan personel ini bertujuan untuk memberikan rasa aman yang maksimal bagi masyarakat lokal maupun para peziarah yang akan mengikuti rangkaian Prosesi Semana Santa. Penempatan personel difokuskan pada titik-titik strategis, mencakup pos pengamanan (pospam), pos pelayanan (posyan), jalur utama prosesi, hingga area vital seperti Gereja Katedral Larantuka, Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, pelabuhan, serta pusat keramaian.
Tidak hanya fokus pada pengamanan darat, kepolisian juga meningkatkan pengawasan untuk prosesi yang melibatkan unsur laut. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci, mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan kapal, kapasitas penumpang, hingga pemantauan ketat terhadap kondisi cuaca demi keselamatan semua pihak yang terlibat dalam pelayaran.
Sejak Rabu (1/4/2026), rekayasa lalu lintas telah mulai diberlakukan bertepatan dengan perayaan Rabu Trewa, dan akan terus berlangsung hingga seluruh rangkaian kegiatan Semana Santa usai. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan dan memastikan kelancaran pergerakan serta keselamatan para peziarah. “Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keamanan bersama, ” tegas AKBP Adhitya Octorio Putra.
Upaya pengamanan yang komprehensif ini merupakan wujud komitmen untuk memastikan perayaan Semana Santa di Larantuka, yang diakui sebagai salah satu destinasi wisata rohani terkemuka di tingkat nasional, dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan lancar tanpa hambatan berarti. Rangkaian acara dimulai dengan tradisi Tikam Turo (pembuatan pagar untuk pemasangan lilin) pada Selasa (31/3), dilanjutkan dengan Rabu Trewa, Kamis Putih, dan puncaknya pada Jumat Agung melalui prosesi laut yang khidmat dengan perarakan Tuan Ma. (PERS)

Updates.